Di era digital seperti sekarang, media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berbagai informasi dapat kita terima dengan sangat cepat, mulai dari berita, pengumuman, hingga pesan berantai yang tampak penting dan mendesak. Tidak jarang, informasi tersebut langsung dibagikan ke grup warga atau grup santren dengan niat baik, yaitu agar semua orang segera mengetahui. Namun, di sinilah pentingnya kita memahami satu prinsip bersama: saring sebelum sharing.
Perlu kita sadari bahwa tidak semua informasi yang beredar di media sosial bersumber dari pihak yang jelas dan dapat dipercaya. Banyak berita yang judulnya dibuat sensasional, isinya belum tentu benar, bahkan ada yang sengaja dibuat untuk menimbulkan kepanikan, kebingungan, atau perpecahan. Jika informasi seperti ini langsung dibagikan ke grup warga santren tanpa disaring terlebih dahulu, dampaknya bisa meluas dan sulit dikendalikan.
Grup warga santren sejatinya adalah ruang komunikasi untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti koordinasi kegiatan, pengumuman resmi, dan informasi yang mempererat kebersamaan. Oleh karena itu, setiap informasi yang masuk dan dibagikan di dalamnya sebaiknya benar-benar dipertimbangkan. Sekali sebuah pesan dikirim, pesan tersebut tidak hanya dibaca, tetapi juga bisa menimbulkan berbagai persepsi dan reaksi yang berbeda-beda di antara anggota grup.
Sebelum membagikan informasi dari media sosial, ada beberapa hal sederhana yang perlu kita lakukan. Pertama, bacalah informasi tersebut secara utuh, jangan hanya terpancing oleh judul. Kedua, periksa sumbernya, apakah berasal dari lembaga resmi, media terpercaya, atau hanya akun yang tidak jelas asal-usulnya. Ketiga, perhatikan waktu dan konteks, karena informasi lama yang dibagikan kembali bisa menimbulkan kesalahpahaman. Keempat, jika memungkinkan, bandingkan dengan sumber lain untuk memastikan kebenarannya.
Selain itu, penting juga untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah informasi ini benar-benar bermanfaat bagi warga santren? Apakah akan menenangkan atau justru menimbulkan keresahan? Jika masih ragu, maka keputusan terbaik adalah tidak membagikannya. Menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi yang belum jelas merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang sangat mulia.
Saring sebelum sharing bukan berarti kita menjadi pasif atau tidak peduli. Justru sebaliknya, sikap ini menunjukkan kepedulian kita terhadap ketenangan, keharmonisan, dan kepercayaan di lingkungan warga santren. Dengan berbagi informasi yang benar, jelas, dan bermanfaat, kita turut menjaga suasana yang kondusif dan saling menghormati.
Mari kita jadikan grup warga santren sebagai ruang komunikasi yang sehat, aman, dan penuh manfaat. Dimulai dari hal kecil, yaitu bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Karena pada akhirnya, jari kita adalah tanggung jawab kita, dan ketenangan bersama adalah tujuan kita semua.
Khn2025
