WARGA SANTREN PERINGATI HARI KARTINI 2026 DENGAN SEMANGAT KEBERSAMAAN
Semangat Kartini Hidup di Kampung Santren
Sleman, 19 April 2026 . Semangat perjuangan emansipasi perempuan kembali terasa hangat di tengah masyarakat Kampung Santren, Caturtunggal, Depok, Sleman. Pada hari Minggu, 19 April 2026, warga setempat menggelar kegiatan memperingati Hari Kartini dengan penuh semarak dan antusiasme yang luar biasa, khususnya dari para ibu-ibu yang menjadi motor utama kegiatan ini.
Pemilihan hari Minggu sebagai waktu pelaksanaan bukan tanpa alasan. Panitia sengaja menjadwalkan kegiatan pada hari libur agar partisipasi warga dapat lebih maksimal. Dengan sebagian besar warga tidak bekerja di hari tersebut, kesempatan untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus merayakan semangat Kartini menjadi lebih terbuka dan bermakna.
Sejak pagi hari, suasana Kampung Santren sudah tampak berbeda. Warna-warni kebaya dan pakaian adat dari berbagai daerah menghiasi lingkungan kampung. Para ibu terlihat anggun dan penuh percaya diri mengenakan busana terbaik mereka, mencerminkan keindahan budaya sekaligus semangat perempuan Indonesia yang kuat dan berdaya.
Antusiasme Tinggi dari Para Peserta
Sekitar pukul 08.30 WIB, satu per satu peserta mulai berdatangan ke lokasi acara, yaitu Balai RW Santren. Seksi penerima tamu telah bersiap sejak awal dengan senyum ramah, menyambut setiap ibu yang hadir dengan hangat. Suasana kekeluargaan langsung terasa begitu kental sejak awal kegiatan.
Tidak kurang dari 118 ibu-ibu hadir untuk meramaikan acara ini. Mereka datang sebagai perwakilan dari kelompok Dasa Wisma yang ada di Kampung Santren. Kelompok-kelompok tersebut antara lain Dasa Wisma Apel, Matoa, Mangga, Nanas, Tomat, Delima, Anggur, Kedondong, Alpukat, dan Jambu.
Kehadiran mereka bukan sekadar untuk memenuhi undangan, tetapi juga sebagai bentuk partisipasi aktif dalam menjaga kebersamaan serta melestarikan nilai-nilai perjuangan Kartini di tingkat masyarakat. Semangat gotong royong dan kebersamaan begitu terasa, mencerminkan kuatnya ikatan sosial di lingkungan Kampung Santren.
Rangkaian Acara yang Khidmat dan Bermakna
Acara dimulai dengan doa bersama yang dipimpin secara khidmat. Seluruh peserta mengikuti dengan penuh kesungguhan, memohon keberkahan dan kelancaran kegiatan, serta mendoakan para perempuan Indonesia agar terus diberi kekuatan dalam menjalankan peran di berbagai bidang kehidupan.
Setelah doa, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dengan penuh semangat, para peserta berdiri tegak dan menyanyikan lagu tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap bangsa dan negara.
Suasana semakin haru saat lagu “Ibu Kita Kartini” dinyanyikan bersama. Lagu yang sarat makna ini seakan mengingatkan kembali akan jasa besar Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Beberapa peserta tampak terbawa suasana, meresapi setiap lirik yang dinyanyikan.
Sambutan Penuh Inspirasi dari Ketua Panitia
Memasuki sesi berikutnya, Ketua Panitia Ibu Retna Widayati memberikan sambutan yang penuh makna. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk meneladani semangat Kartini dalam kehidupan sehari-hari. Hadir pula dalam acara Ibu Hestining Kurniastuti, S.S., M.A sebagai Ketua Kelompok PKK Padukuhan.
Beliau menyampaikan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting, baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat. Semangat Kartini diharapkan dapat terus hidup melalui tindakan nyata, seperti meningkatkan pendidikan, memperkuat ekonomi keluarga, serta aktif dalam kegiatan sosial.
Selain itu, Ketua Panitia juga mengapresiasi partisipasi seluruh ibu-ibu yang telah hadir dan berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Tanpa dukungan dan semangat kebersamaan dari warga, kegiatan ini tidak akan dapat berjalan dengan baik.
Kebersamaan yang Menguatkan
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang semakin menambah kemeriahan suasana. Interaksi antar peserta terlihat begitu hangat. Mereka saling berbincang, berbagi cerita, dan mempererat tali silaturahmi. Untuk memberi semangat, pada acara tersebut juga diberikan penghargaan baju terluwes dari masing-masing RT, dan yang mendapat penghargaan adalah: RT 01: Ibu Ayuk, RT 02: Ibu Suci, RT 03: Ibu Tri, RT 18: Ibu Murdiningsih, RT 19: Ibu Pipin. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para ibu untuk mengekspresikan diri, menunjukkan kreativitas, serta memperkuat rasa percaya diri. Dengan mengenakan pakaian adat, mereka tidak hanya tampil cantik, tetapi juga menunjukkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia yang beragam.
Lebih dari itu, acara ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar kelompok Dasa Wisma. Kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan lainnya, sehingga tercipta lingkungan masyarakat yang harmonis dan saling mendukung.
Menjaga Semangat Kartini di Era Modern
Peringatan Hari Kartini di Kampung Santren tahun ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini masih relevan hingga saat ini. Di tengah perkembangan zaman, perempuan dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa melupakan jati diri dan peran pentingnya dalam kehidupan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para perempuan, khususnya di Kampung Santren, semakin termotivasi untuk terus berkembang, berdaya, dan berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat. Semangat Kartini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan perempuan Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh keceriaan ini pun ditutup dengan harapan besar agar tradisi positif seperti ini dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Kampung Santren telah menunjukkan bahwa peringatan Hari Kartini dapat menjadi momen yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna.
“Habis Gelap Terbitlah Terang” bukan sekadar semboyan, tetapi sebuah semangat yang terus hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia, termasuk di Kampung Santren.
Naskah : Kahana
Foto : Maman
