Dari Jalan Sehat hingga Lomba Lingkungan, Warga Santren Rawat Kebersamaan dan Bangun Kampung Tangguh
SLEMAN — Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat di Padukuhan Santren, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Sekitar 360 warga berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) PT Kanisius, Minggu (30/8), untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak pagi, suasana RTH PT Kanisius tampak ramai oleh warga dari berbagai kelompok usia. Anak-anak, pemuda, orang tua hingga lanjut usia hadir dan berbaur dalam satu kegiatan. Pengurus RT dan RW, kelompok PKK, Jaga Warga, kader masyarakat, serta berbagai unsur warga turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Peringatan kemerdekaan kali ini tidak hanya dirancang sebagai kegiatan seremonial atau hiburan semata. Momentum HUT RI dimanfaatkan warga Santren untuk mempererat hubungan sosial, membangun kebersamaan, sekaligus mengajak masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
Kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti ratusan warga. Dengan suasana santai dan penuh kegembiraan, warga berjalan bersama sambil menikmati suasana pagi. Jalan sehat menjadi ruang perjumpaan lintas usia sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk saling menyapa dan mempererat komunikasi.
Kemeriahan kemudian berlanjut dengan lomba kostum nyentrik dan berbagai fun games. Kreativitas warga dalam mengenakan kostum menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Berbagai penampilan unik dan lucu berhasil mengundang tawa dan sorak-sorai peserta.
Tidak kalah meriah, sejumlah permainan sederhana juga mampu menciptakan suasana penuh keakraban. Lomba gendong gelas berisi air, makan biskuit, hingga estafet kardus membuat warga saling menyemangati. Kesalahan kecil dalam permainan justru menjadi sumber tawa yang membuat suasana semakin cair.
Tidak ada batas antara pengurus dan warga, antara anak-anak dan orang tua. Semuanya berbaur dalam semangat yang sama. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan di tingkat kampung tidak selalu membutuhkan acara yang mewah untuk menghadirkan kebahagiaan.
Yang paling penting adalah kesempatan bagi warga untuk bertemu dan melakukan kegiatan bersama.
Bukan Sekadar Perlombaan
Dukuh Santren Yanuar Eko Hartanto, S.E., mengatakan peringatan kemerdekaan tidak harus selalu diwujudkan melalui kegiatan besar dan meriah. Menurutnya, nilai sebuah kegiatan masyarakat justru terletak pada kemampuannya menghadirkan ruang bagi warga untuk berkumpul dan membangun kebersamaan.
“Acara kita memang sederhana. Tetapi ketika warga bisa berkumpul, tertawa, bergerak dan saling mendukung seperti hari ini, kesederhanaan itu menjadi sesuatu yang luar biasa. Karena yang membuat sebuah perayaan istimewa bukan panggung atau hadiahnya, melainkan kebersamaan warganya.” ujarnya.
Menurut Yanuar, kegiatan semacam ini memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Di tengah berbagai kesibukan warga, kesempatan untuk bertemu secara langsung menjadi semakin berharga.
Jalan sehat, permainan, perlombaan, dan kegiatan bersama menjadi sarana untuk membangun kembali komunikasi antarwarga. Dari komunikasi tersebut diharapkan tumbuh rasa saling peduli dan semangat gotong royong.
“Ketika warga saling mengenal, saling menyapa dan mau bergerak bersama, banyak persoalan di lingkungan bisa diselesaikan dengan lebih baik,” imbuhnya.
Semangat kebersamaan tersebut kemudian diperluas melalui kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Perayaan HUT RI di Santren tidak hanya berhenti pada lomba dan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada warga yang selama ini aktif melakukan kegiatan lingkungan.
Sejumlah lomba bertema lingkungan yang telah dilaksanakan sebelumnya diumumkan dan diberikan penghargaan dalam kesempatan tersebut.
Lomba itu meliputi Lomba Kelola Sampah Organik, Lomba Kebun Pangan dan Hias Lingkungan, serta Lomba Konten Media Sosial Aksi Lingkungan Hidup.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Dari Padukuhan Santren untuk Kampung yang Tangguh
Semangat menjaga lingkungan di Padukuhan Santren tidak lahir secara tiba-tiba. Berbagai kegiatan yang dilakukan warga merupakan bagian dari proses panjang untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Pengelolaan sampah, pemanfaatan sampah organik, penanaman tanaman pangan, penghijauan, hingga pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan pesan lingkungan menjadi bagian dari gerakan warga.
Bagi Yanuar, membangun kampung yang tangguh menghadapi perubahan iklim membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung. Program dan kebijakan saja tidak cukup apabila tidak diikuti perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam mendukung ketangguhan menghadapi perubahan iklim, bagi kami yang paling penting adalah membangun kesadaran dan kebiasaan bersama. Ketika warga mau peduli, mau bergerak, dan mau gotong royong, di situlah kekuatan sebuah kampung tumbuh.”
Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi persoalan yang jauh dari kehidupan masyarakat. Dampaknya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari persoalan sampah, perubahan cuaca, ketersediaan air, hingga kondisi lingkungan permukiman.
Karena itu, masyarakat di tingkat kampung perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan membangun ketahanan secara bersama-sama.
Upaya tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Mengelola sampah dari rumah, memanfaatkan sampah organik, menanam tanaman pangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperbanyak penghijauan merupakan langkah kecil yang apabila dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar.
“Kami ingin Santren tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi menjadi komunitas yang mampu menghadapi tantangan bersama. Modal terbesar yang kita miliki adalah guyub dan gotong royong. Kalau itu terus dijaga, saya optimistis Santren akan semakin tangguh.”
Apresiasi DPRD Sleman
Semangat warga Santren mendapat apresiasi dari Chisya Ayu Puspitaweni, S.T., Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sleman, yang turut hadir dalam kegiatan peringatan HUT RI tersebut.
Chisya mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Menurutnya, kegiatan warga Santren memiliki nilai lebih karena mampu menggabungkan unsur kegembiraan dalam memperingati kemerdekaan dengan pesan kepedulian terhadap lingkungan.
“Saya salut dengan semangat warga Padukuhan Santren. Kegiatan ini bukan hanya tentang merayakan kemerdekaan, tetapi juga menyelipkan kepedulian terhadap lingkungan. Di tengah tantangan perubahan iklim yang luar biasa, kesadaran dan gerakan masyarakat seperti ini sangat penting.” Imbuh Chisya.
Ia menilai keterlibatan masyarakat merupakan salah satu modal utama dalam menghadapi persoalan lingkungan. Gerakan lingkungan akan lebih mudah berkembang apabila masyarakat menjadi pelaku utama, bukan hanya sebagai penerima program.
Chisya juga memberikan apresiasi kepada kelompok PKK dan para kader yang turut berperan dalam mempersiapkan dan menggerakkan kegiatan masyarakat.
Menurutnya, kelompok-kelompok masyarakat seperti PKK, kader, pemuda, Jaga Warga, serta pengurus RT dan RW memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan sosial di tingkat kampung.
RTH PT Kanisius Jadi Ruang Bersama
Sementara itu, Romo E. Azismardopo Subroto, SJ (Direktur Utama PT Kanisius) yang turut hadir sepanjang kegiatan menyampaikan kegembiraannya karena RTH PT Kanisius dapat dimanfaatkan sebagai ruang berkumpul dan beraktivitas bagi warga Santren.
“Kami senang sekali RTH PT Kanisius dapat menjadi tempat berkumpulnya warga Santren dalam kegiatan ini. Semoga ruang ini dapat terus menjadi tempat yang memberikan manfaat bagi masyarakat.” Ujarnya.
Keberadaan ruang terbuka hijau tersebut memberikan suasana tersendiri bagi kegiatan warga. RTH bukan hanya menjadi ruang untuk berolahraga dan bersantai, tetapi juga menjadi tempat bertemu dan berinteraksi antarwarga.
Bagi masyarakat, keberadaan ruang publik seperti ini memiliki arti penting. Ruang terbuka dapat menjadi tempat tumbuhnya berbagai kegiatan sosial, kebudayaan, olahraga, hingga kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan.
RW 01 Santren Borong Empat Juara I Lomba 17-an Tingkat Padukuhan
Dari Kelestarian Lingkungan hingga Kostum Jalan Sehat, Prestasi Jadi Bukti Guyub dan Kepedulian Warga
Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan mengantarkan RW 01 Santren meraih prestasi membanggakan dalam rangkaian lomba peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Padukuhan Santren, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.
Tidak tanggung-tanggung, RW 01 Santren berhasil memborong empat gelar Juara I dalam berbagai kategori perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan peringatan kemerdekaan tahun 2026.
Empat prestasi tersebut meliputi:
- Juara I Kelestarian Lingkungan Hidup
- Juara I Pengelolaan Sampah
- Juara I Konten tentang Lingkungan Hidup
- Juara I Lomba Kostum Jalan Sehat
Perolehan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga RW 01 Santren. Lebih dari sekadar piala dan penghargaan, kemenangan itu menjadi bukti bahwa kebersamaan, kreativitas, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan mampu menghasilkan prestasi positif bagi masyarakat.
Prestasi Berawal dari Kebersamaan
“Keberhasilan RW 01 Santren tidak lahir secara instan. Berbagai kegiatan menjaga kebersihan, mengelola sampah, merawat lingkungan, serta mengajak warga untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat”, tutur Wienar Aditya, ST selaku Ketua RW 01 Santren
Semangat tersebut sejalan dengan rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di Padukuhan Santren yang tidak hanya menghadirkan hiburan dan perlombaan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Lomba kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap warga yang secara konsisten menjaga lingkungan. Sementara lomba konten lingkungan hidup menunjukkan bahwa pesan kepedulian terhadap lingkungan juga dapat disampaikan secara kreatif melalui media sosial.
Adapun kemenangan dalam lomba kostum jalan sehat memperlihatkan sisi lain dari kreativitas warga. Semangat, kekompakan, dan keberanian menampilkan ide-ide unik menjadikan kegiatan jalan sehat semakin meriah.
Bukan Sekadar Mengejar Juara
Bagi warga RW 01 Santren, sederet penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang menjadi yang terbaik dalam sebuah perlombaan. Prestasi itu justru menjadi penyemangat untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dilakukan bersama.
Pengelolaan sampah, menjaga kebersihan, penghijauan, pemanfaatan lingkungan, serta berbagai kegiatan sosial merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang nyaman dan berkelanjutan.
Semangat gotong royong menjadi modal utama. Ketika warga bergerak bersama, pekerjaan yang berat dapat menjadi ringan. Ketika kepedulian dilakukan secara bersama-sama, perubahan kecil di lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
Semangat seperti inilah yang selama ini terus dibangun di Padukuhan Santren. Kegiatan lingkungan bukan hanya menjadi agenda perlombaan, tetapi diharapkan menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga Lingkungan, Merawat Kebersamaan
Empat Juara I yang diraih RW 01 Santren sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Sampah yang dikelola dengan baik, lingkungan yang dirawat, tanaman yang dipelihara, serta ruang bersama yang dijaga kebersihannya akan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan bersama seperti jalan sehat dan perlombaan juga mempererat hubungan antarwarga. Kebersamaan menjadi modal sosial yang penting untuk membangun kampung yang kuat dan tangguh.
Karena itu, prestasi yang diraih RW 01 Santren diharapkan tidak berhenti pada perayaan HUT RI tahun ini. Penghargaan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Warga RW 01 Santren berharap seluruh masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan untuk terus merawat lingkungan serta mempertahankan semangat kebersamaan.
Empat Juara I telah diraih. Namun bagi warga RW 01 Santren, kemenangan sejati adalah ketika lingkungan tetap lestari, warga tetap guyub, dan semangat gotong royong terus hidup dari generasi ke generasi.
Menjaga Modal Sosial Kampung
Bagi warga Santren, kemenangan dalam perlombaan bukanlah tujuan utama. Hadiah dan penghargaan hanyalah bagian kecil dari keseluruhan kegiatan.
Hal yang jauh lebih penting adalah kesempatan untuk berkumpul, bertemu, tertawa, dan melakukan kegiatan bersama.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kebersamaan merupakan modal sosial yang tidak selalu dapat diukur secara material. Dari hubungan yang baik antarwarga, tumbuh kepercayaan, kepedulian, serta kesediaan untuk saling membantu ketika menghadapi persoalan.
Semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun kampung.
Karena itu, kegiatan peringatan HUT RI di Padukuhan Santren tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat hubungan sosial sekaligus mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan harus diisi dengan tindakan nyata.
Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik secara bersama-sama.
Menjaga lingkungan, mengelola sampah, menanam pangan, menghijaukan kampung, menjaga kesehatan, dan membangun kepedulian sosial merupakan bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.
Sederhana Acaranya, Bermakna Kebersamaannya
Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Padukuhan Santren akhirnya meninggalkan pesan sederhana namun kuat.
Tidak diperlukan panggung besar untuk menghadirkan kebahagiaan. Tidak harus ada acara mewah untuk membangun kebersamaan. Cukup ada kemauan untuk berkumpul, saling menyapa, bergerak bersama, dan peduli terhadap lingkungan.
“Sederhana acaranya, bermakna kebersamaannya.”
Ungkapan tersebut menjadi gambaran yang tepat atas suasana peringatan kemerdekaan di Santren.
Dari jalan sehat, kostum nyentrik, hingga gelak tawa dalam berbagai permainan, warga menunjukkan bahwa kegembiraan dapat tumbuh dari kebersamaan. Dari lomba pengelolaan sampah, kebun pangan, penghijauan, hingga konten media sosial, warga juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tingkat kampung.
Semangat itulah yang ingin terus dijaga.
Padukuhan Santren tidak hanya ingin menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi komunitas yang memiliki kepedulian, ketahanan, dan kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan bersama.
Sebab, kampung yang tangguh bukan hanya dibangun oleh infrastruktur yang kuat. Kampung yang tangguh juga membutuhkan masyarakat yang saling mengenal, saling peduli, mau berbagi, dan bersedia bergotong royong.
Dari Santren, kemerdekaan dirayakan dengan cara yang sederhana, tetapi penuh makna.
Guyub dalam kehidupan bermasyarakat. Peduli terhadap lingkungan. Dan bergerak bersama membangun masa depan.
Itulah semangat kemerdekaan yang terus dirawat warga Padukuhan Santren: merdeka untuk berkumpul, merdeka untuk peduli, dan merdeka untuk bergerak bersama demi kampung yang lebih tangguh.
Oleh : Kahana
3 responses to “HUT KE-81 RI DI PADUKUHAN SANTREN: GUYUB WARGA, MERIAHKAN KEMERDEKAAN, PEDULI LINGKUNGAN”
-
Luar biasa, Pak Yanuar… 🙏
Kalau boleh usul, bagaimana kalau tahun depan kita adakan lomba antar-RW? Selain menambah semarak peringatan HUT RI, kegiatan ini bisa menjadi ruang untuk saling mengenal, mempererat silaturahmi, dan membuat warga semakin guyub dan rukun.
Saya dengar dari beberapa tokoh Tunas Muda, pada era 1970–1980-an dulu sering diadakan berbagai lomba dan cabang olahraga antar RW. Mungkin semangat kebersamaan seperti itu bisa kita hidupkan kembali, disesuaikan dengan kondisi dan semangat warga padukuhan Santren saat ini.
Semoga menjadi awal untuk semakin guyub, kompak, dan rukun
-
Saya setuju sekali usulan ini…Gassss
-
Wah asyik kalau bisa direalisasikan..tim panitia bisa mengambil dari perwakilan tiap RW…Tapi harus digodog bener tentang aturan mainnya. Seperti kemarin simpang siur, apakah anak kost boleh main atau tidak dan sebagainya
-
-

Tinggalkan Balasan