Dari Kepedulian, Tumbuh Menjadi Kebersamaan
SANTRÉN, Caturtunggal Depok Sleman — Enam tahun sudah Grup Pasar Online Santren (POS) hadir dan menemani perjalanan warga sejak masa pandemi COVID-19. Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi masyarakat dan pelaku usaha kecil, POS lahir sebagai ruang perjumpaan antara penjual dan konsumen secara online.
Kehadiran POS tidak lepas dari situasi pandemi yang membatasi aktivitas masyarakat. Ketika ruang gerak warga menjadi terbatas dan banyak usaha menghadapi ketidakpastian, kebutuhan untuk tetap berjualan sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan tersendiri.
Dalam kondisi tersebut, kami menggagas Pasar Online Santren sebagai media sederhana namun memiliki manfaat besar. Melalui grup online, pelaku usaha di Padukuhan Santren dan Padukuhan Mrican dapat memperkenalkan serta menawarkan berbagai produk kepada masyarakat tanpa harus melakukan transaksi secara langsung.
Tujuan awalnya jelas, yaitu membantu mempertahankan keberlangsungan usaha warga, terutama pelaku UMKM dan home industry. Dengan memanfaatkan media online, produk-produk warga tetap dapat dikenal, pelanggan tetap terhubung dengan penjual, dan roda perekonomian masyarakat diharapkan terus bergerak.
Menjaga Roda Ekonomi di Tengah Pandemi
Pada masa pandemi, aktivitas ekonomi masyarakat mengalami banyak perubahan. Pelaku usaha kecil menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampaknya. Pembatasan aktivitas dan berkurangnya interaksi secara langsung membuat sebagian usaha harus mencari cara baru untuk menjangkau konsumen.
POS kemudian menjadi salah satu alternatif. Penjual dapat menawarkan dagangan melalui grup, sementara konsumen memperoleh kemudahan untuk mengetahui produk yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pada masa pandemi COVID-19, semangat kebersamaan dan kepedulian warga tidak hanya melahirkan Pasar Online Santren (POS). Dalam upaya membantu lebih banyak masyarakat menghadapi keterbatasan ekonomi saat itu, kami juga menggagas dan mendirikan grup WhatsApp pasar online serupa di wilayah Paroki Babarasi dan Paroki Pringwulung.
Kehadiran grup-grup tersebut menjadi sarana bagi pelaku usaha lokal untuk tetap memasarkan produknya, sekaligus memudahkan warga memperoleh berbagai kebutuhan tanpa harus banyak beraktivitas di luar rumah. Langkah ini menunjukkan bahwa di tengah situasi sulit, semangat gotong royong dan saling membantu mampu menjangkau lebih luas, melampaui batas satu wilayah dan memberikan manfaat bagi masyarakat di berbagai lingkungan.
Dari makanan rumahan, jajanan, kebutuhan sehari-hari, kerajinan, hingga berbagai produk UMKM lainnya, POS menjadi tempat bertemunya beragam kebutuhan warga.
Sederhana, tetapi berarti. Sebuah unggahan produk di grup bisa menjadi awal terjadinya transaksi. Sebuah informasi dari penjual dapat membantu warga mengetahui produk yang sebelumnya belum mereka kenal. Dan sebuah pembelian dari tetangga secara tidak langsung ikut membantu menjaga keberlangsungan usaha keluarga.
Lebih dari sekadar transaksi, pola tersebut perlahan membangun kesadaran bahwa mendukung usaha warga berarti ikut menguatkan perekonomian lingkungan sendiri.
Enam Tahun, Banyak Cerita
Waktu berjalan. Pandemi telah berlalu, aktivitas masyarakat kembali normal, tetapi POS tetap bertahan.
Enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama perjalanan tersebut, banyak cerita telah terukir. Ada pelaku usaha yang terus bertahan, ada yang berkembang, ada pula yang datang dan pergi mengikuti perjalanan usahanya masing-masing.
Di dalamnya terdapat berbagai pengalaman, perjuangan, suka dan duka. Ada penjual yang setiap hari menawarkan produknya, konsumen yang setia membeli, serta warga yang turut membantu menyebarkan informasi.
Perjalanan itu menunjukkan bahwa sebuah grup online yang awalnya dibentuk karena kebutuhan pada masa krisis dapat berkembang menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Bukan Sekadar Tempat Jual Beli
Seiring berjalannya waktu, Pasar Online Santren tidak lagi sekadar menjadi tempat menawarkan dan membeli barang. POS berkembang menjadi ruang kebersamaan warga.
Grup ini menjadi media promosi bagi pelaku usaha, tempat berbagi informasi, sekaligus sarana untuk saling mendukung. Ketika seorang warga memiliki produk baru, POS dapat menjadi tempat untuk memperkenalkannya. Ketika ada usaha yang membutuhkan dukungan, anggota grup dapat ikut membantu dengan membeli, merekomendasikan, atau membagikan informasi.
Dari sinilah tumbuh sebuah semangat sederhana: usaha warga adalah usaha bersama untuk menggerakkan ekonomi lingkungan.
Kehadiran POS juga memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan antarwarga. Media online yang pada awalnya hanya menjadi sarana komunikasi, kemudian berkembang menjadi ruang ekonomi sekaligus ruang sosial.

Dari Warga, Oleh Warga, Untuk Warga
Semangat yang dibangun sejak awal tetap relevan hingga saat ini. POS hadir dari kepedulian warga terhadap warga lainnya.
Tidak ada batas antara penjual dan pembeli dalam arti yang sebenarnya. Mereka adalah bagian dari lingkungan yang sama. Hari ini seseorang mungkin menjadi penjual, sementara di waktu lain menjadi konsumen. Hubungan tersebut menciptakan ekosistem sederhana yang saling membutuhkan dan saling menguatkan.
Dalam konteks UMKM, keberadaan komunitas seperti POS menjadi penting. Usaha kecil tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga membutuhkan pasar, pelanggan, promosi, serta dukungan dari lingkungan sekitar.
Ketika masyarakat memilih membeli produk warga sendiri, sesungguhnya mereka sedang ikut menjaga agar uang terus berputar di lingkungan masyarakat.
Karena itu, keberadaan POS selama enam tahun patut dilihat bukan hanya dari jumlah transaksi atau banyaknya produk yang ditawarkan, tetapi juga dari nilai kebersamaan yang tumbuh di dalamnya.
Harapan untuk Perjalanan Berikutnya
Memasuki usia enam tahun, tentu masih banyak tantangan yang akan dihadapi. Perubahan teknologi, pola belanja masyarakat, munculnya berbagai platform perdagangan online, serta persaingan usaha yang semakin luas menuntut pelaku UMKM untuk terus beradaptasi.
Namun, POS memiliki kekuatan yang tidak selalu dimiliki oleh platform perdagangan besar, yaitu kedekatan antarwarga dan rasa memiliki terhadap lingkungan sendiri.
Kekuatan tersebut perlu terus dirawat. Pelaku usaha dapat terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan. Konsumen dapat terus memberikan dukungan dengan memilih serta merekomendasikan produk lokal. Sementara seluruh anggota dapat menjaga suasana grup agar tetap nyaman, tertib, informatif, dan bermanfaat.
Enam tahun perjalanan menjadi bukti bahwa sebuah gagasan sederhana yang lahir dari kepedulian dapat berkembang menjadi gerakan kebersamaan.
Terima kasih kepada seluruh pelaku usaha, konsumen, dan warga yang selama ini telah menjaga, mendukung, serta ikut menghidupkan Pasar Online Santren.
Semoga POS terus bertumbuh, tetap guyub, semakin bermanfaat, dan mampu menjadi bagian dari perjalanan UMKM serta perekonomian warga Santren dan Mrican.
Enam tahun POS — dari kepedulian, tumbuh menjadi kebersamaan.
Dari warga, oleh warga, untuk warga.
MARI BERGABUNG DI PASAR ONLINE SANTREN! 🛒
Yuk, warga Padukuhan Mrican dan Santren, manfaatkan Pasar Online Santren sebagai tempat untuk saling menawarkan, membeli, dan mendukung usaha serta produk warga kita sendiri.
Siapa pun boleh bergabung, baik sebagai penjual maupun pembeli. Tidak harus punya usaha besar—produk rumahan, makanan, jasa, kerajinan, kebutuhan sehari-hari, dan berbagai produk lainnya boleh ditawarkan di sini.
Yang perlu diperhatikan, sesuai dengan tujuan dan kesepakatan saat Pasar Online Santren didirikan, anggota grup ini khusus terbatas untuk warga Padukuhan Mrican dan Padukuhan Santren.
Mari kita ramaikan dan manfaatkan bersama.
Belanja dari tetangga, jualan untuk tetangga, ekonomi warga semakin kuat! 🤝😊
Pasar Online Santren — dari warga, oleh warga, untuk warga. ❤️
Oleh : Kahana
Founder WAG Pasar Online Santren, Pasar Online Babarsari, Pasar Online Paroki Pringwulung
Programmer Aplikasi Marketplace : Kevikepan Kedu, dan Kevikepan Surakarta, Kevikepan DIY

Tinggalkan Balasan