1. Pengertian Rewang

Rewang adalah tradisi gotong royong khas masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Kata “rewang” artinya “membantu”.

Praktiknya: warga, tetangga, dan saudara datang ke rumah orang yang punya hajat untuk bantu-bantu masak, bersih-bersih, dan menyiapkan segala kebutuhan acara. Mulai dari hajatan nikahan, sunatan, selametan, sampai kenduri kematian.

Rewang biasanya dilakukan ibu-ibu di dapur, tapi bapak-bapak juga ikut bantu bikin tenda, angkat-angkat, atau jadi among tamu. Intinya kerja bareng tanpa dibayar.

2. Tujuan Tradisi Rewang

  1. Meringankan beban tuan rumah 
  2. Punya hajat besar itu capek & mahal. Dengan rewang, kerjaan berat jadi enteng karena dikerjain rame-rame.
  3. Mempererat tali silaturahmi 
  4. Jadi ajang kumpul & ngobrol antar tetangga. Yang jarang ketemu bisa akrab lagi.
  5. Menjaga kebersamaan kampung 
  6. Filosofinya “abote padha dipikul, entengé padha dijinjing”. Susah senang ditanggung bersama.
  7. Melestarikan budaya tolong-menolong 
  8. Mengajari generasi muda kalau hidup bertetangga harus saling bantu, bukan individualis.

3. Manfaat Rewang

  1. Hemat biaya: Tuan rumah tidak perlu sewa katering atau tenaga kerja banyak.
  2. Acara berjalan lancar: Masakan matang tepat waktu, tamu terlayani, rumah bersih.
  3. Transfer ilmu: Anak muda belajar resep masakan tradisional, cara ngatur acara, dan etika bertamu dari ibu-ibu senior.
  4. Memperkuat solidaritas: Muncul rasa “sungkan” kalau nggak bantu. Besok gantian kita yang dibantu.
  5. Jadi hiburan sosial: Sambil ngulek bumbu bisa sambil gosip, ketawa, nyanyi. Capek jadi tidak kerasa.

4. Nilai Positif dalam Rewang

Nilai Wujud dalam RewangGotong Royong : Semua kerja tanpa pamrih, dari motong sayur sampai cuci piring

Ikhlas : Bantu tidak minta upah, cuma dikasih makan & dibawa pulang berkat

Kebersamaan : Kaya-miskin, tua-muda kumpul di satu dapur, nggak ada sekat

Tanggung Jawab Sosial : Merasa wajib bantu tetangga yang kesusahan/repot

Musyawarah :  Ibu-ibu rembug dulu: “Besok masak apa? Siapa bawa apa?”

Kesederhanaan : Masak seadanya, tapi bareng-bareng jadi nikmat

Intinya: Rewang itu bukan sekadar bantu masak. Ini sekolah karakter versi masyarakat Jawa. Mengajari kita peduli, kompak, dan tidak mementingkan diri sendiri.

Sayangnya sekarang di kota-kota besar tradisi ini mulai luntur karena pakai katering & EO. Padahal nilai-nilainya masih relevan banget.

(Depok, 11 Juni 2026,

Mbah Warno)

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x