Bersepeda di malam hari itu bukan cuma soal olahraga. Ada rasa beda yang nggak selalu bisa dijelasin, kayuhan yang santai, angin malam yang sejuk, dan suasana kota yang lebih tenang bikin pikiran jadi lebih ringan. Setelah seharian sibuk dengan kerjaan, kuliah, atau urusan lain, gowes malam jadi cara sederhana buat “reset” diri. Nggak heran kalau banyak orang mulai suka aktivitas ini, bukan cuma buat badan tetap fit, tapi juga biar pikiran tetap waras.

Nah, suasana itu juga yang terasa di kalangan pemuda Santren, Caturtunggal, Depok, Sleman, pada malam 1 Mei 2026. Malam itu bukan malam biasa. Sekelompok pemuda berkumpul dengan semangat yang sama, bukan cuma pengen olahraga, tapi juga pengen kumpul, ngobrol, dan mempererat kebersamaan yang selama ini sudah terjalin.

“Sekelompok pemuda dengan energi positif berkumpul bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga untuk merajut kebersamaan yang selama ini telah terbangun dengan baik,” ujar Agil Montago selaku koordinator sepeda Santren.

Mereka sadar, di tengah kesibukan masing-masing, penting banget punya waktu untuk tetap terhubung. Nggak harus yang ribet, cukup sederhana, tapi bermakna.

Dari situlah lahir komunitas yang mereka beri nama Friday Night Club. Namanya simpel, tapi punya arti yang dalam. “Friday Night” jadi momen spesial buat kumpul, sementara “Club” bukan sekadar kumpulan biasa, tapi lebih ke keluarga kecil yang saling support. Harapannya, komunitas ini bisa jadi wadah positif buat pemuda Santren, sekaligus ikut meramaikan budaya gowes malam di Jogja.

Mereka juga nggak jalan sendiri. Semangatnya terinspirasi dari komunitas-komunitas yang sudah lebih dulu ada, seperti Jogja Last Friday Ride, JOGJAVIBES, dan Jogja Night Ride, dll. Dari situ mereka melihat bahwa bersepeda itu bukan cuma soal olahraga, tapi juga soal gaya hidup dan cara membangun relasi.

Sebelum gowes, mereka ngumpul dulu di Angkringan Pak Bowo. Tempat sederhana, tapi justru di situlah kehangatan terasa. Ngopi, makan nasi kucing, gorengan, sambil ngobrol santai, semua mengalir tanpa dibuat-buat. Angkringan jadi tempat yang pas buat mulai kebersamaan sebelum akhirnya jalan bareng.

Setelah suasana cair dan semangat mulai naik, barulah mereka mulai gowes menyusuri jalanan Jogja. Malam itu, kota terasa lebih ramah. Lampu-lampu jalan menyala hangat, jalanan nggak terlalu padat, dan suasana terasa lebih hidup dengan cara yang berbeda. Mereka melewati berbagai sudut kota, dari gang kecil sampai jalan utama, semuanya jadi bagian dari cerita malam itu.

Dan tentu saja, ada satu titik yang nggak boleh dilewatkan: Tugu Yogyakarta. Ikon kota Jogja ini selalu punya daya tarik sendiri, apalagi di malam hari. Mereka sempat berhenti, foto bareng, dan menikmati momen. Sederhana, tapi berkesan. Ada rasa bangga juga bisa jadi bagian dari suasana kota yang hidup di malam hari.

Di sepanjang perjalanan, yang terasa bukan cuma capek fisik, tapi juga hangatnya kebersamaan. Nggak ada sekat, nggak ada perbedaan, semua lebur jadi satu. Canda, tawa, dan obrolan ringan jadi teman sepanjang jalan. Di situlah sebenarnya inti dari Friday Night Club: kebersamaan yang tumbuh dari hal-hal sederhana.

Kegiatan ini jelas bukan akhir, tapi justru awal. Harapannya, makin banyak pemuda Santren yang ikut bergabung, meramaikan, dan menjaga semangat positif ini tetap hidup.

“Friday Night Club diharapkan menjadi simbol bahwa kebersamaan tidak harus dibangun dengan hal besar, cukup dengan niat baik, waktu yang diluangkan, dan kegiatan sederhana seperti bersepeda bersama di malam hari,” tambah Agil Montago.

Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan seberapa jauh kita gowes, tapi seberapa kuat kebersamaan yang terbangun di setiap kayuhan. 🚴‍♂️

Narasumber: Agil Montago
Naskah oleh: Kahana

3 tanggapan untuk “Gowes Malam, Cerita Kebersamaan: Lahirnya Friday Night Club Santren”

  1. Avatar Budi
    Budi

    Lanjutken gaes….

  2. Avatar Agus
    Agus

    Asyiiik…kapan2 tak gabung gowes

  3. Avatar Joki
    Joki

    Waah…marakke kepingin, tapi pitku bocor kabeh je..durung sempat nambalke

Tinggalkan Balasan ke Agus Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x